Pdt. Yulianus R. Balik, S.Th : 085255674107
Profil - Gereja Toraja Jemaat Tondok Batu Klasis Buntao'
Profil GEREJA TORAJA JEMAAT TONDOK BATU KLASIS BUNTAO'

Profil Gereja Toraja Jemaat Tondok Batu

PIMPINAN MAJELIS

Pdt. Yulianus Rubak Balik, S.Th
Mengucapkan Selamat Datang di Website Gereja Toraja Jemaat Tondok Batu Klasis Buntao'

SEJARAH GEREJA

SEKILAS SEJARAH JEMAAT TONDOK BATU

A. Pendahuluan

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan pekabaran injil misionaris Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd (Gereformeerde Zendingbond-Belanda/GZB). Cikal bakal Gereja Toraja berawal dari benih injil yang ditaburkan oleh guru-guru sekolah Landschap anggota Indische Kerk-Gereja Protestan Indonesia, yang dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1908. Para guru ini berasal dari Ambon, Minahasa, Sangir, Kupang, dan Jawa. Atas pimpinan dan kuasa Roh Kudus, terjadilah pembaptisan yang pertama pada tanggal 16 Maret 1913 kepada 20 orang murid sekolah Lanschap di Makale oleh Hulprediker F. Kelleng dari Bontain. Pemberitaan injil kemudian dilanjutkan secara intensif oleh Gereformeerde Zendingbond (GZB) yang datang ke Tana Toraja sejak 10 Nopember 1913.

GZB adalah sebuah badan zending yang didirikan oleh anggota-anggota Nederlandse Hervormde Kerk (NHK) yang menganut paham gereformeerd. GZB berlatar belakang pietis, dalam arti sangat mementingkan kesalehan dan kesucian hidup orang Kristen. Injil yang ditaburkan oleh GZB di Tana Toraja tumbuh dan dibina oleh GZB selama kurang lebih 34 tahun lamanya. Paham teologi GZB yang pietis itu banyak mempengaruhi paham teologi warga Gereja Toraja sampai saat ini. Pada tahun 1947 terjadilah babak baru dalam sejarah penginjilan di kalangan masyarakat Toraja. Tepatnya pada tanggal 25-28 Maret 1947 diadakan persidangan Sinode I di Rantepao yang dihadiri oleh 35 utusan dari 18 Klasis. Sidang Sinode I ini memutuskan bahwa orang-orang Toraja yang menganut agama Kristen bersekutu dan berdiri sendiri dalam satu institusi gereja yang diberi nama Gereja Toraja.

Pada tahun 1914 zending pertama kali tiba di Buntao', kemudian pada bulan Januari 1915 pelayanan pekabaran injil dilaksanakan sekaligus pendirian sekolah di Buntao' tepatnya di Ledo. Lewat khotbah yang dilaksanakan di pasar yang dihadiri oleh masyarakat dan pemangku adat, orang-orang Buntao' menanggapi: "jika benar bahwa Tuhan Allah telah menciptakan surga dan bumi, manusia dan semua yang ada di dunia, maka lebih baik kami mempercayai Puang (Tuhan Allah) dengan segenap hati" (Antonie, 2005:155).

Berdirinya Jemaat Tondok Batu tidak terpisahkan dari lahirnya Gereja Toraja sebagai pekerjaan Roh Kudus, yang bertumbuh dalam karakteristik adat budaya Toraja. Dasar pendirian jemaat Tondok Batu berangkat dari filosofi "Jemaat yang kokoh berdiri di atas batu karang". Batu karang merupakan bahan dasar yang kokoh untuk sebuah bangunan. Atas dasar batu karang seperti itulah gereja harus dibangun. Hal inilah yang mempengaruhi kehidupan berjemaat sampai saat ini hidup dalam persekutuan yang kokoh karena dibangun di atas pondasi yang kuat, seperti dalam Matius 16:18: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Jemaat Tondok Batu lahir dari gagasan tokoh masyarakat Lantang Posi' (Alm), disambut oleh rekan-rekan tokoh masyarakat Ne' Dadu (Alm), Ne' Bu'ku' (Alm), serta teman-teman seperjuangan dalam pelayanan Tuhan yakni Ne' Sana (Alm), Pong Padang (Alm), dan P. Tonne' (Alm). Gagasan tersebut didukung 30 kepala keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa berdirinya Jemaat Tondok Batu merupakan inisiatif bersama warga jemaat.

B. Kilas Balik Berdirinya Jemaat Tondok Batu

Masuknya injil di Buntao' tahun 1915 merupakan cikal bakal terbangunnya persekutuan. Pada tahun 1926 berdirilah Jemaat Ledo, yang kemudian disusul oleh berdirinya jemaat-jemaat di Buntao', termasuk Jemaat Balabatu pada tahun 1948. Seiring bertambahnya anggota jemaat dan luasnya medan pelayanan Jemaat Balabatu, masyarakat yang berdomisili di sekitar Tondok Batu merasa perlu mendekatkan pelayanan kepada anggota jemaat. Hal ini ditandai dengan inisiatif 30 kepala keluarga yang menghendaki adanya tempat kebaktian di Tondok Batu.

Perjalanan Jemaat Tondok Batu berdiri dari tiga periode:

  1. Tahun 1958-1962. Semula jemaat beribadah di atas lumbung milik keluarga Lantang Posi' alias Ne' Pese (Alm) di Burasia selama tiga minggu berturut-turut, kemudian dipindahkan ke Pamiongan, sekarang tempat pastori, dengan status gedung darurat yang semua prasarananya terbuat dari bambu.
  2. Tahun 1963-1986. Dari gedung darurat ditingkatkan menjadi gedung permanen. Pada tahun 1984 Jemaat Tondok Batu semakin berkembang dari segi kuantitas. Saat itu diperkirakan terdiri dari 100 kepala keluarga. Demi efektifnya pelayanan dibukalah cabang kebaktian dengan nama Cabang Kebaktian Marara di Tana', sekitar lokasi SMPN 1 Buntao', yang pada sidang Klasis Buntao' ke-43 di Jemaat Kanaan Losso' didewasakan menjadi Jemaat Bukit Sinai Marara. Sampai akhirnya dari 100 kepala keluarga terbagi menjadi 60% tinggal di Tondok Batu dan 40% beribadah di cabang kebaktian Marara.
  3. Tahun 1987. Tempat ibadah Jemaat Tondok Batu dipindahkan ke penammuan sampai sekarang. Gedung dibangun atas swadaya warga jemaat ditambah bantuan daerah Kabupaten Tana Toraja sebesar Rp. 320.000.

Gedung permanen tersebut dibangun di atas tanah seluas 2800 m2. Tanah tempat berdirinya gedung gereja merupakan hibah dari Tongkonan Bamba dan telah diserahkan pihak keluarga yang diwakili oleh Y.P. Mangimba (Ne' Arung), Paulus Gogo' (Ne' Tasya), dan Indo' Posi' (Ne' Adi) sebagai penghuni tongkonan. Batas-batas tanah tersebut adalah: sebelah utara tanah P. Lobo', sebelah timur tanah adat (Pessiunan To dolo), sebelah selatan tanah Y.T Rante dan Markus Biu', serta sebelah barat tanah Yusuf Rusen.

Ketika gedung gereja yang dihabiskan pada tanggal 22 Desember 2012 dilihat tidak memadai lagi seiring pertambahan anggota jemaat dan kondisi gedung yang mulai rapuh, maka pada tahun 2013 gedung tersebut dirobohkan dan pembangunan gedung baru dimulai. Pembangunan itu dimulai pada masa pelayanan Pdt. Benyamin Useng, S.Th. Pada tahun 2016 pelaksanaan pembangunan sempat terhenti karena keterbatasan dana.

Pada tahun 2017 pembangunan dilanjutkan seiring hadirnya Pdt. Sukarto T. Kadang, S.Th. yang tidak hanya memikirkan pembangunan iman tetapi juga sangat memberi perhatian terhadap pembangunan fisik. Proses pembangunan berlangsung selama 8 tahun dan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 1,2 miliar. Pendanaan sebagian besar bersumber dari persembahan anggota jemaat dan dari beberapa donatur.

Dalam perjalanan jemaat, Baptisan Kudus pertama kali dilaksanakan oleh Pendeta Y. Tonapa, namun jumlah anggota baptis tidak diketahui karena tidak ada register yang bisa dilihat. Sampai pada tahun 1970 cabang Tondok Batu disahkan dalam sidang Klasis Buntao' menjadi Jemaat Tondok Batu. Perkembangan jemaat Tondok Batu saat ini terlihat nyata, hingga saat penulisan dokumen sudah ada sekitar 112 kepala keluarga.

C. Penutup

Demikianlah sekilas sejarah Jemaat Tondok Batu. Tim penyusun mengucapkan terima kasih kepada para informan, khususnya tim penyusun sejarah jemaat tahun 2012 dan semua pihak yang telah membantu dalam penelusuran sejarah jemaat ini.


Lampiran I - Profil Tim Penyusun

No Nama Tempat & Tanggal Lahir Pendidikan Pekerjaan
1Pdt. Sukarto T. Kadang, S.ThTana Toraja, 3 Juli 1971S1 TeologiPendeta Jemaat Tondok Batu
2Yakobus Rengke', S.PdTator, 5 Oktober 1958S1 Pendidikan Bahasa IndonesiaPensiunan
3Daud Rodi Palimbong, S.Pd, M.PdBalabatu, 30 September 1982S2 Pendidikan Bahasa IndonesiaDosen UKI Toraja
4Welvin Darno Simak, S.Th., M.ThBalabatu, 23 April 1997S2 Teologia-

Lampiran II - Pendeta yang Melayani

No Nama Status Keterangan
1Pdt. Y. TonapaJemaat-JemaatKlasis
2Pdt. Drs. Luter TambaJemaat-JemaatKlasis
3Pdt. Ruben Pasambo, S.ThJemaat-JemaatKlasis
4Pdt. Ruben Tanggulungan, S.ThJemaat-JemaatKlasis
5Pdt. Elisabeth Panggula, S.ThJemaat-Jemaat2 Jemaat
6Pdt. Benyamin Useng, S.ThJemaat-Jemaat2 Jemaat
7Pdt. Sukarto Tanggo Kadang, S.ThJemaat1 Jemaat

Lampiran III - Penatua, Diaken dan Guru Injil (Tahun 1958-Sekarang)

No Nama Jabatan Gerejawi Keterangan
1Lantang Posi' Alias Ne' PesePenatua
2Pong PadangGuru Injil
3P. Tonne'Penatua
4P. SanaPenatua
5Marthen Bato'Penatua
6P. Gogo'Penatua
7Dina LantangPenatua
8P. KottoPenatua
9Benyamin Katirra'Penatua
10M. RalluPenatua
11Benyamin RombePenatua
12Paulus Boko'Diaken/Penatua
13Paulus GarrungDiaken
14Ne' SirentengKoster
15Ne' SebaKoster
16Daud Suli'Penatua
17Daud ErePenatua
18Marthen BuntangPenatua
19Yohanis Baturante, S.PdPenatua
20D. ManamanKoster
21Lukas Biri'Penatua
22Yakobus Rengke, S.PdDiaken
23Andarias SilombaPenatua
24Y. PalitakPenatua
25Karel PakidingPenatua
26Maria Bu'ku'Diaken
27Damaris Sapu'Penatua
28Yulita SapanPenatua
29Drs. A.P PatioranDiaken
30Daud SalempangPenatua
31Dr. Berthin Simega, S.S, M.PdPenatua
32Ishak Rapi'Penatua
33Anthon Garrung, S.PdPenatua
34Matius Sanciung, S.EPenatua
35Markus Biu'Diaken
36Zelmi Ludia BitePenatua
37Yusuf RusenDiaken
38Tinna SapanDiaken/Penatua
39Marthen PatabangPenatua
40Ober Parapa'Penatua
41Maria SakkePenatua
42YuliusPenatua
43M.L. MarindingPenatua
44Meida SimegaPenatua
45Damaris LailungPenatua
46Agustina Pare Umbu'Diaken
47Luther Anthon RengkePenatua
48Damaris RambungPenatua
49Saul Saleaka PatiungDiaken
50Nober Lungan, S.PdPenatua
51Daud Rodi Palimbong, S.Pd,M.PdPenatua
52Tinus SapanPenatua
53Zetrina Mari'Penatua
54Markus Biri'Koster
55Yospina LantangKoster
56Yuliana TekenPenatua
57Rama Nita Garrung, S.PdPenatua
58BerniPenatua
59Yohanis Sana Randing, S.PdPenatua/Diaken
60Emiliati Palimbong, S.PdPenatua
61Adolfina Sampa'Penatua
62Damaris TananPenatua
63Meri Sapan, A.Md.KebPenatua
64Jumiati Garrung, S.ThPenatua
65Rita Lobo'Penatua
66Desri Bumbu'Penatua
67Destiana Manurun, S.PdDiaken
68Welvin D. Simak, S.Th., M.ThPenatua
69Cristin Lidan PatiungPenatua
NAMA-NAMA PENGURUS GEREJA
No Nama Jabatan
1 Pdt. Yulianus Rubak Balik, S.Th Pendeta
2 Pnt. Dr. Daud Rodi Palimbong, M.Pd Penatua (Sekretaris)
3 Pnt. Delmi Tanan, Amd.Kep Penatua (Wakil Sekretaris)
4 Pnt. Meri Sapan, S.Keb Penatua (Bendahara Jemaat)
5 Dkn. Damaris Rambung Diaken (Bendahara Diakonia)
6 Pnt. Adolpina Sampa' Penatua
7 Pnt. Julipen Baturante, S.M Penatua
8 Dkn. Yulius Katirra' Diaken
9 Pnt. Jumiati Garrung, S.Th Penatua
10 Pnt. Anastasia Manda', A.Md.Keb Penatua
11 Dkn. Zelmi Ludia Bite Diaken
12 Dkn. Tinna Sapan Diaken
13 Dkn. Yohanis Sana Randing, S.Pd Diaken
14 Dkn. Maria Kuli Limbong Diaken
15 Dkn. Deyce Gayang Pakan, S.Pd Diaken
16 Pnt. Sidda Aprianti Parapa', Amd.Keb Penatua
17 Dkn. Luther Anthon Rengke Diaken
18 Pnt. Marthen Patabang Penatua
19 Dkn. Rita Lobo' Diaken
20 Dkn. Ober Parapa' Diaken
21 Pnt. Rosalian Limbong Penatua
22 Dkn. Yakobus Rengke, S.Pd Diaken
23 Pnt. Desri Bumbu' Penatua
24 Dkn. Tinus Sapan Diaken
25 Pnt. Daud Rusen Penatua

PROGRES

0
Pendeta
0
Penatua
0
Diaken
0
Total Anggota Jemaat